Sing Tekun Bakalan Tekan, Nek Durung Tekan Kudu Sregep Takon, Ben Enggal Tekan Kudu Gowo Teken

Dalam perjalanan hidup, setiap individu dihadapkan pada berbagai tantangan dan rintangan yang terkadang membuat langkah terasa berat dan tujuan terlihat samar. Namun, kehidupan juga mengajarkan bahwa dengan ketekunan, keinginan untuk terus belajar, dan kesiapan, kita dapat mencapai apapun yang kita cita-citakan. Peribahasa Jawa “Sing tekun bakalan tekan, nek durung tekan kudu sregep takon, ben enggal tekan kudu gowo teken” adalah sebuah pelajaran hidup yang sarat dengan kebijaksanaan. Peribahasa ini tidak hanya sekadar rangkaian kata, tetapi juga sebuah panduan bagi siapa saja yang ingin menapaki jalan menuju kesuksesan.

Ketekunan: Menapaki Jalan Panjang dengan Keyakinan

Ketekunan adalah pilar utama dalam mencapai tujuan. Ungkapan “sing tekun bakalan tekan” mengandung makna bahwa siapa saja yang tetap konsisten dan teguh dalam usahanya akan sampai pada tujuan yang diimpikan. Ketekunan bukan sekadar bekerja keras, tetapi juga tentang bagaimana kita mampu menjaga semangat, bahkan ketika dihadapkan pada kesulitan yang tiada henti.

Ketekunan ibarat sebuah perjalanan panjang yang penuh liku. Ada kalanya jalan yang kita tempuh terasa mulus, namun sering kali jalan tersebut berkerikil dan terjal. Dalam kondisi inilah ketekunan diuji. Bukan seberapa cepat kita mencapai tujuan yang menjadi penting, tetapi bagaimana kita tetap melangkah meski harus melalui proses yang panjang. Setiap langkah yang kita ambil dengan ketekunan adalah bukti dari keyakinan kita terhadap impian yang ingin diraih.

Sregep Takon: Keberanian untuk Mengakui Keterbatasan

Di balik ketekunan, ada kebijaksanaan lain yang tak kalah penting, yaitu keberanian untuk bertanya dan belajar. “Nek durung tekan kudu sregep takon” mengajarkan bahwa dalam ketidaktahuan, kita tidak boleh merasa malu untuk mencari tahu. Bertanya bukan tanda kelemahan, melainkan cerminan dari kerendahan hati dan keinginan untuk terus tumbuh.

Dalam filosofi ini, bertanya adalah bentuk dari kejujuran terhadap diri sendiri, pengakuan bahwa kita tidak tahu segalanya. Ketika kita bertanya, kita membuka pintu menuju pengetahuan yang lebih luas dan pemahaman yang lebih mendalam. Sregep takon juga berarti memiliki jiwa yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah diketahui, selalu mencari, selalu ingin lebih memahami dunia di sekitar kita.

Seorang murid yang bijak akan selalu mencari jawaban di balik setiap pertanyaan, tidak hanya untuk mengetahui apa yang benar, tetapi juga untuk memahami mengapa sesuatu itu benar. Proses bertanya adalah proses belajar yang paling alami, dan dari sanalah kebijaksanaan sejati tumbuh. Dalam perjalanan menuju tujuan, bertanya adalah peta yang menuntun kita ke arah yang benar.

Gowo Teken: Persiapan Adalah Kunci Menuju Kesempurnaan

Perjalanan hidup yang penuh tantangan membutuhkan lebih dari sekadar ketekunan dan keinginan untuk belajar. “Ben enggal tekan kudu gowo teken” menekankan bahwa untuk mencapai tujuan dengan cepat dan tepat, kita harus mempersiapkan diri dengan baik. Teken, dalam peribahasa ini, adalah simbol dari persiapan yang matang, bekal yang dibutuhkan untuk menghadapi berbagai rintangan.

Persiapan adalah kunci yang membuka pintu keberhasilan. Tanpa persiapan yang memadai, kita mungkin akan mudah goyah saat menghadapi cobaan, atau bahkan tersesat di tengah jalan. Kesiapan mental, fisik, dan spiritual adalah hal-hal yang harus diperhatikan agar kita mampu menghadapi segala kemungkinan dengan kepala tegak dan hati yang mantap.

Gowo teken juga berarti menyadari bahwa setiap perjalanan memiliki risikonya sendiri. Bekal yang kita bawa adalah bentuk perlindungan dan jaminan agar kita tidak mudah menyerah ketika jalan menjadi semakin sulit. Dalam dunia pendidikan, persiapan dapat berupa ilmu pengetahuan dan keterampilan yang terus diasah. Dalam kehidupan, persiapan adalah kebijaksanaan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang ada di depan.

Refleksi dalam Kehidupan Sehari-hari

Peribahasa ini bukan hanya sebuah ungkapan yang indah didengar, tetapi juga sebuah pelajaran yang bisa kita terapkan dalam setiap aspek kehidupan. Ketika kita dihadapkan pada tugas yang sulit, ingatlah bahwa ketekunan adalah jalan untuk mencapainya. Ketika kita merasa buntu dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, jangan ragu untuk bertanya dan belajar. Dan ketika kita bersiap untuk menghadapi tantangan, pastikan bahwa kita sudah membawa bekal yang cukup untuk menghadapinya.

Dalam dunia pendidikan, nilai-nilai ini menjadi dasar dari proses belajar yang sesungguhnya. Seorang pelajar yang tekun akan terus berusaha, meskipun pelajaran terasa sulit. Seorang pelajar yang bijak akan terus bertanya, bahkan ketika jawabannya tampak jelas, karena dia tahu bahwa selalu ada hal baru yang bisa dipelajari. Dan seorang pelajar yang siap adalah dia yang tidak hanya mengandalkan keberuntungan, tetapi juga persiapan yang matang dalam menghadapi ujian kehidupan.

Kesimpulan

“Sing tekun bakalan tekan, nek durung tekan kudu sregep takon, ben enggal tekan kudu gowo teken” adalah sebuah ajaran yang penuh dengan kebijaksanaan dan makna mendalam. Ketekunan, keberanian untuk bertanya, dan kesiapan adalah tiga pilar utama yang bisa membawa kita pada pencapaian yang luar biasa. Dalam hidup, kita tidak bisa menghindari tantangan, tetapi dengan ketiga nilai ini, kita bisa menghadapi segala rintangan dengan percaya diri dan hati yang mantap.

Dengan menerapkan nilai-nilai ini, kita tidak hanya belajar untuk mencapai tujuan, tetapi juga untuk menikmati prosesnya, menghargai setiap langkah yang kita ambil, dan belajar dari setiap pengalaman yang kita alami. Pada akhirnya, perjalanan menuju tujuan kita adalah perjalanan untuk menjadi lebih bijak, lebih kuat, dan lebih siap menghadapi masa depan.

Disampaikan oleh Choirul Anam, S.IP., M.Si., CH., CHt.
Do’a kebaikan dan keberkahan untuk semua dari Kota Santri Jombang
Senin, 10 Februari 2025