DI Era AI, Dalam 2 Jam Membuat Draft Buku Ratusan Halaman dengan Referensi Ratusan Jurnal SCOPUS: Mungkinkah?

Teknologi terus berkembang dengan cepat, dan dalam dekade terakhir, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) telah menjadi salah satu inovasi yang mengubah berbagai sektor kehidupan. Salah satu sektor yang mendapat dampak signifikan adalah bidang akademis, termasuk proses penulisan buku dan artikel ilmiah. Namun, pertanyaan yang muncul adalah: mungkinkah di era AI, seorang penulis dapat membuat draft buku ratusan halaman dengan referensi dari ratusan jurnal SCOPUS hanya dalam waktu dua jam? Artikel ini akan mengkaji berbagai aspek, baik teknis maupun etis, mengenai penggunaan AI dalam proses penulisan cepat dan penarikan referensi dari basis data ilmiah.

Perkembangan AI dalam Dunia Penulisan Akademis

AI telah banyak diterapkan dalam berbagai alat bantu penulisan, baik yang bersifat umum maupun spesifik untuk penulisan akademis. Salah satu yang paling populer adalah natural language processing (NLP) yang memungkinkan mesin untuk memahami, menghasilkan, dan mengedit teks dalam bahasa alami manusia. Di sisi lain, perkembangan alat bantu referensi seperti Zotero, Mendeley, dan EndNote, telah mempermudah peneliti dalam mengelola referensi jurnal ilmiah. Namun, perkembangan yang lebih mutakhir adalah integrasi kecerdasan buatan ke dalam alat-alat tersebut, memungkinkan otomatisasi yang jauh lebih cepat dan efisien.

Salah satu contoh nyata adalah penggunaan large language models (LLM) seperti GPT (Generative Pretrained Transformer) yang digunakan oleh berbagai platform untuk membantu penulisan teks. Dalam waktu singkat, AI dapat menghasilkan teks yang relevan, terstruktur, dan bahkan sesuai dengan gaya akademik. Namun, meski AI dapat menulis cepat, adakah jaminan bahwa kualitas tulisan dan referensi yang digunakan akan sebanding dengan hasil kerja manual yang biasanya memakan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu?

Membuat Draft Buku dalam 2 Jam: Proses yang Dipercepat

Dalam konteks penulisan akademis, kecepatan memang penting, namun tidak boleh mengorbankan kualitas. Dengan bantuan AI, pembuatan draft buku dapat dipercepat secara signifikan. AI mampu memproses data dalam hitungan detik, mengakses ribuan jurnal ilmiah, dan menyusunnya dalam bentuk teks yang terstruktur. Misalnya, seorang penulis dapat memberikan instruksi kepada AI untuk membuat ringkasan berbagai penelitian dari jurnal-jurnal terindeks SCOPUS dan menggabungkannya ke dalam satu naskah berkelanjutan.

Proses ini dapat dibagi menjadi beberapa tahap:

  1. Pengumpulan Data dan Referensi: Alat-alat berbasis AI dapat memindai ribuan jurnal yang terindeks SCOPUS, memilih artikel-artikel yang relevan, dan menyusunnya dalam daftar referensi.
  2. Pembuatan Ringkasan: AI dapat merangkum hasil dari berbagai penelitian, sehingga dalam hitungan menit, penulis sudah memiliki ringkasan yang komprehensif dari topik yang ingin dibahas.
  3. Penyusunan Draft Buku: Berdasarkan ringkasan yang telah dibuat, AI dapat mulai menyusun teks, membuat struktur bab, subbab, dan menyusun paragraf yang relevan.

Meski demikian, ada beberapa batasan yang perlu diperhatikan dalam proses ini. Kecerdasan buatan belum mampu menggantikan kemampuan analitis dan kritis manusia secara penuh. AI mungkin bisa menghasilkan teks yang relevan, tetapi kemampuan untuk memberikan perspektif baru, kritik mendalam, atau pendekatan analitis masih memerlukan campur tangan manusia.

Tantangan dalam Penggunaan AI untuk Referensi dari Jurnal SCOPUS

SCOPUS merupakan salah satu basis data ilmiah terbesar di dunia, dengan jutaan artikel dari berbagai disiplin ilmu. Menarik ratusan referensi dari SCOPUS secara otomatis dalam waktu dua jam mungkin tampak ambisius, tetapi sebenarnya cukup memungkinkan dengan bantuan alat yang tepat. Banyak platform AI yang sudah terintegrasi dengan basis data akademik seperti SCOPUS, memungkinkan penulis untuk melakukan penarikan data secara otomatis.

Namun, tantangannya bukan hanya sekedar mengakses referensi, tetapi juga memastikan bahwa referensi yang digunakan relevan dan valid. Seringkali, penulis harus menilai kualitas sumber referensi, melihat apakah artikel tersebut sesuai dengan topik yang dibahas, dan memastikan bahwa referensi tersebut terkini. Ini adalah salah satu aspek yang masih memerlukan penilaian manusia, meskipun AI dapat memberikan rekomendasi awal.

Selain itu, penggunaan referensi dari SCOPUS harus memenuhi etika penulisan akademis. Meskipun AI mampu menarik data secara otomatis, penting bagi penulis untuk tetap mengecek setiap sumber yang digunakan, memastikan bahwa tidak ada pelanggaran hak cipta, dan referensi tersebut dikutip dengan benar sesuai format yang berlaku.

Etika dan Kualitas dalam Penulisan dengan Bantuan AI

Salah satu pertanyaan penting yang harus dijawab adalah: apakah penggunaan AI untuk penulisan akademis dapat diterima secara etis? Dalam dunia akademis, orisinalitas dan kualitas adalah hal yang sangat dihargai. Penulis harus memastikan bahwa meskipun AI digunakan sebagai alat bantu, produk akhirnya tetap merefleksikan pemikiran kritis dan analisis mendalam yang diharapkan dari penulisan akademis.

Terkadang, AI dapat menghasilkan teks yang terlihat baik di permukaan, tetapi ketika dianalisis lebih lanjut, teks tersebut mungkin tidak memiliki kedalaman yang memadai. Misalnya, AI mungkin hanya menggabungkan berbagai ringkasan penelitian tanpa memberikan analisis komprehensif yang diperlukan untuk menghasilkan karya ilmiah berkualitas tinggi. Oleh karena itu, penting bagi penulis untuk selalu melakukan tinjauan ulang terhadap draft yang dihasilkan oleh AI, memastikan bahwa setiap argumen didukung dengan bukti yang memadai dan sesuai dengan standar akademik.

Selain itu, transparansi dalam penggunaan AI juga menjadi isu etis yang penting. Beberapa institusi akademik mungkin mengharuskan penulis untuk menyatakan apakah AI digunakan dalam proses penulisan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa tidak ada plagiarisme yang terjadi dan bahwa setiap karya ilmiah yang dihasilkan tetap mencerminkan integritas akademik.

Kesimpulan

Di era AI, pembuatan draft buku ratusan halaman dalam waktu singkat dengan referensi dari ratusan jurnal SCOPUS memang bukanlah hal yang mustahil. Dengan bantuan teknologi canggih, penulis dapat mempercepat proses penulisan, mulai dari pengumpulan data, penarikan referensi, hingga penyusunan teks. Namun, meskipun AI dapat membantu mempercepat proses teknis, kualitas dan etika tetap menjadi aspek yang tidak boleh diabaikan. Penulis harus tetap terlibat dalam proses kreatif dan analitis, memastikan bahwa karya yang dihasilkan tetap memenuhi standar akademis.

Penggunaan AI dalam penulisan ilmiah memang menawarkan banyak potensi, tetapi ia juga membawa tantangan tersendiri. Oleh karena itu, penulis harus mampu menyeimbangkan antara efisiensi yang ditawarkan oleh teknologi dengan kualitas dan integritas yang diharapkan dari karya ilmiah yang bermutu. Mungkinkah menulis draft buku ratusan halaman dalam dua jam? Mungkin. Namun, hasil akhirnya tetap memerlukan tangan manusia untuk mencapai kualitas yang sempurna

Disampaikan oleh Choirul Anam, S.IP., M.Si., CH., CHt.
Do’a kebaikan dan keberkahan untuk semua dari Kota Santri Jombang
Rabu, 12 Februari 2025

Ingin bisa Membuat Draft Buku Ratusan Halaman dengan Referensi Ratusan Jurnal Internasional dan Juga SCOPUS hanya dalam 2 jam?, Daftar DI SINI